Mengenal Karakteristik Generasi Z yang Jadi Target Pasar Anda – Bagi para pengusaha, penting sekali untuk mengenal ciri-ciri dan sifat konsumennya. Jika generasi Z menjadi target pasar bisnis Anda, maka Anda harus memahami keunikan karakter dan pola berpikir generasi Z.

Generasi Z atau disingkat gen Z, adalah generasi yang lahir setelah generasi Y atau millenial. Belum ada kesepakatan resmi tentang tahun lahirnya gen Z. Namun, sebagian besar para ahli sepakat bahwa kelompok gen Z itu lahir antara tahun 1995 hingga awal 2000-an.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

Sebagai informasi, sekitar 18 persen penduduk dunia adalah generasi Z. Di Indonesia, jumlah kelompok populasi ini sekitar 68 juta orang pada tahun 2010. Jumlah tersebut tentu sudah meningkat saat ini. Pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi pengusaha.

Usia gen Z yang masih tergolong muda, membuat kelompok ini kerap disebut anak zaman sekarang. Gaya hidup mereka modern dan kekinian. Akrab dengan teknologi dan gadget dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca Juga: 8 Kesalahan Dalam Pemasaran Produk yang Harus Dihindari

Nah, bagi Anda yang ingin menjangkau gen Z dan membuatnya loyal terhadap bisnis Anda, pastinya Anda harus mengenal karakteristik generasi ini. Sehingga Anda akan lebih mudah membuat strategi promosi dan pemasaran yang relevan dengan gaya hidup mereka.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui tentang karakter gen Z. Hal-hal yang dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha agar bisnis Anda bisa mendapatkan perhatian dan diminati oleh mereka.

Baca Juga: 6 Hal Penting untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pelanggan

5 Hal Tentang Generasi Z yang Harus Diketahui Pengusaha

1Kurang Fokus

Pada umumnya, gen Z cenderung kurang fokus. Mereka mudah terganggu fokusnya dan seringkali melakukan berbagai hal sekaligus. Mereka dapat menggunakan smartphone untuk membuka media sosial, menghubungi temannya, dan sambil mengerjakan tugas di komputer. Ini jadi tantangan bagi pebisnis untuk mencuri perhatian mereka.

2Cepat Bosan

Karena sikapnya yang tidak mudah fokus, maka perpindahan antara satu hal ke hal lainnya begitu cepat. Untuk itu, pebisnis harus sering membuat sesuatu yang baru untuk gen Z agar mereka tidak cepat bosan dan meninggalkan bisnis Anda. Bisnis Anda harus terus kreatif dan juga inovatif.

Baca Juga: Jika Usaha Sedang Sepi, Lakukan 5 Hal Ini Sekarang Juga

3Kurang Tertarik dengan Diskon

Dibandingkan dengan kaum millenial, gen Z kurang tertarik dengan promosi diskon atau potongan harga. Hanya sekitar 46 persen gen Z yang menyukai diskon dan mau berusaha untuk mendapatkan diskon. Untuk itu, jika Anda ingin melakukan promosi diskon, Anda harus berusaha ekstra untuk meyakinkan gen Z bahwa diskon Anda itu menguntungkannya.

4Punya Ekspektasi Tinggi

Gen Z cenderung mempunyai ekspektasi tinggi terhadap sebuah merek. Jika Anda tidak memperlakukan gen Z dengan baik, maka mereka akan langsung meninggalkan bisnis Anda. Mereka mengharapkan apreasiasi dan ingin dilayani dengan baik. Untuk itu, tingkatkan terus kualitas produk dan layanan bisnis Anda.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Saat Menghadapi Konsumen Cerewet

5Cara Berpikir Lebih Global

Gara-gara sudah mengenal internet sejak kecil, gen Z memiliki pola pikir yang lebih global. Cara pandangnya terbuka dalam melihat berbagai hal. Untuk itu, cara terbaik untuk menjangkau mereka adalah melalui promosi dan pemasaran secara online.

Bagi bisnis online, Anda harus mengetahui platform media yang kerap digunakan oleh generasi ini dan perilaku mereka di dunia maya. Namun, pertimbangkan juga cara baru untuk menarik perhatian mereka, karena mereka mudah tertarik dengan hal baru, khususnya yang berhubungan dengan teknologi.

Baca Juga: 4 Tips yang Perlu Diikuti Agar Bisnis Anda Mendapatkan Perhatian Gen Z

Nah, itulah karakteristik yang melekat pada generasi Z. Meski tergolong kelompok berusia muda, jumlah mereka sangat besar dan merupakan konsumen yang potensial. Oleh sebab itu, kenali karakter dan kebutuhan mereka agar bisnis Anda bisa berhasil mendapatkan perhatian mereka.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Total Bunga
Pokok + Bunga

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.