8 Cara Bijak Menerima Kritik Dari Orang Lain – Menyampaikan kritik pada orang lain lebih mudah daripada menghadapi kritik dari orang lain. Tidak ada yang senang menerima kritik. Pasti ada rasa sakit hati saat mendapatkan kecaman dari orang lain, sekalipun Anda memang telah melakukan kesalahan.

Apalagi jika Anda tidak merasa berbuat salah, pasti Anda merasa emosi terhadap pengkritik. Memang tidak mudah menghadapi kritik, karena setiap orang cenderung bersikap defensif dengan tidak mengakui kekurangan dan mengabaikan masukan dari orang lain.

Baca Juga: Miliki 12 Karakter Wirausahawan Sukses Berikut Ini

Namun, dalam hal apapun, termasuk dalam dunia kerja, Anda pasti akan mendapatkan kritik dari berbagai pihak. Bahkan jika Anda adalah seorang pengusaha, Anda juga tidak akan lepas dari kritikan dari pelanggan, klien, hingga karyawan Anda sekalipun. Hal yang lumrah dalam dunia bisnis.

Lantas bagaimana sih cara yang baik dalam menyikapi kritikan? Nah, coba Anda terapkan 8 cara menghadapi kritik dengan bijaksana berikut ini.

Baca Juga: 5 Keterampilan Sederhana yang Harus Dikuasai Demi Meraih Kesuksesan

8 Cara Menghadapi Kritik dengan Bijaksana

1Tidak Ada yang Sempurna

Anda adalah manusia biasa yang tidak sempurna. Sadari bahwa Anda tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Sehingga Anda tidak akan tinggi hati saat menerima kritik dari orang lain. Bahkan meskipun kritikan itu dari bawahan, Anda mau belajar menghadapinya dengan lapang dada.

Baca Juga: 7 Ciri-Ciri Pemimpin yang Terampil Dalam Dunia Bisnis

2Kritik Bukan Berarti Benci

Orang yang mengkritik Anda bukan berarti mereka membenci Anda. Biasanya, pengkritik itu peduli sehingga mau menghubungi atau menemui Anda untuk menyampaikan kritik. Mereka ingin Anda membenahi kekurangan dan tidak mengulangi kesalahan Anda. Mereka berani jujur dan tidak hanya manis di bibir untuk mencari perhatian Anda saja.

3Dengarkanlah

Berikanlah telinga dan hati Anda untuk mendengarkan kritik. Kritikan itu ada yang disampaikan dengan baik, ada yang dengan marah-marah. Bagaimana pun cara orang tersebut menyampaikannya, cobalah untuk menjadi pendengar yang baik. Sehingga Anda bisa menangkap masukannya dengan jelas.

Baca Juga: Cara Menjadi Pemimpin yang Selalu Percaya Diri

4Sabar, Jangan Emosi

Anda pasti sulit untuk langsung menerima kritik apa adanya. Memang butuh waktu untuk mencerna, apakah kritikan itu bersifat membangun atau menjatuhkan. Namun, coba tahan emosi Anda. Sabar, jangan marah-marah dan membalas kritikan orang lain dengan cara yang kasar. Emosi tidak akan menyelesaikan masalah, namun bisa menambah masalah.

5Tidak Perlu Menerima Semuanya

Tidak semua kritikan harus Anda terima begitu saja. Ada kalanya orang yang mengkritik Anda karena rasa dengki dan ingin menjatuhkan mental Anda. Hal yang Anda harus lakukan adalah hanya menerima masukan yang benar-benar disampaikan demi kebaikan Anda.

Baca Juga: Anda Tidak Boleh Melakukan 5 Hal Ini Saat Memulai Bisnis

6Maaf dan Terima Kasih

gambar: melmagazine.com

Jangan lupa mengucapkan permohonan maaf pada orang lain yang telah Anda rugikan. Jika memang Anda salah, bersikaplah rendah hati untuk mengakui dan meminta maaf. Tak hanya itu, katakan terima kasih pada pengkritik karena sudah jujur untuk mengingatkan Anda untuk memperbaiki diri.

7Jangan Mendendam

Pasti butuh waktu untuk menerima kritik dan bahkan memaafkan si pengkritik. Tidak masalah. Asalkan, Anda tidak berlarut-larut dengan kritikan orang lain. Kritikan yang baik Anda terima. Sedangkan kritikan yang tidak benar, silakan Anda abaikan. Jangan pula mendendam orang yang telah mengkritik. Maafkan saja jika mereka sembarangan mengkritik Anda.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Rasa Takut untuk Memulai Bisnis

8Lakukan Evaluasi

Setelah mendapatkan kritik dari orang lain, Anda perlu mengevaluasi diri. Benarkah perkataan orang tersebut? Apa yang harus dilakukan agar Anda tidak lagi melakukan kesalahan yang sama? Bagaimana caranya memperbaiki kekurangan? Ambillah waktu untuk merenungkan masukan dari orang lain dan kemudian berupaya menjadi pribadi yang lebih baik.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Total Bunga
Pokok + Bunga

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.