5 Strategi Customer Retention Marketing untuk Meningkatkan Penjualan – Bagi Anda yang belum tahu, biaya yang dikenakan untuk customer retention marketing jauh lebih murah agar pelanggan yang sudah ada kembali membeli produk dari Anda dibandingkan mendapatkan pelanggan baru.

Terutama apabila bisnis Anda masih baru dan beroperasi secara online (bisnis online), periklanan dalam bentuk digital selalu dibutuhkan, bahkan terus ditingkatkan, demi mendapatkan banyak pengguna baru.

Baca Juga: 8 Hal yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan Terhadap Bisnis Anda

Sementara, di sisi lain, customer retention marketing bisa selalu diandalkan untuk membuat pelanggan Anda terus membeli produk dari Anda, baik produk dengan harga yang lebih murah atau lebih mahal.

Sebelum masuk ke strategi customer retention marketing, akan lebih baik bila kita terlebih dahulu menelusuri apa itu customer retention dalam dunia marketing.

Apa itu Customer Retention?

Customer retention marketing adalah sekumpulan kegiatan yang diterapkan oleh bisnis dalam meningkatkan jumlah repeat customers (pelanggan tetap/setia) dan meningkatkan keuntungan dari pelanggan yang sudah ada.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis Online yang Efektif

Strategi customer retention marketing memungkinkan Anda untuk menyediakan dan mengambil value yang lebih banyak dari pelanggan tetap yang sudah ada.

Anda tentu ingin memastikan bahwa pelanggan yang sudah susah payah didapatkan berubah menjadi pelanggan tetap seturut waktu dan bisa terus mendapatkan value dari produk yang Anda jual.

Singkatnya, customer acquisition yang biasanya Anda lakukan sangat berguna dalam menciptakan basis pelanggan, sementara strategi customer retention marketing adalah strategi untuk memaksimalkan pendapatan dari setiap pelanggan yang sudah ada dan merubah mereka menjadi pelanggan tetap/setia.

Baca Juga: 6 Cara Menjual Barang Online yang Bisa Anda Coba

Namun, berapa banyak waktu dan sumber daya yang harus Anda korbankan untuk meretensi setiap pelanggan yang sudah ada?


5 Strategi Customer Retention Marketing untuk Meningkatkan Penjualan

Setelah mengetahui apa itu customer retention marketing, sekarang saatnya kita membahas tentang apa saja strategi customer retention marketing yang harus diterapkan setiap entrepreneur demi meningkatkan penjualan.

1Tingkatkan Kenyamanan Pembeli, Terutama dari Segi Akun

Kenyamanan pembeli adalah salah satu hal yang sangat penting dalam menjalankan strategi customer retention marketing.

Baca Juga: 7 Cara Promosi di Hari Valentine Ini Bikin Produk Anda Laris

Bila ia tidak merasa nyaman ketika membeli produk dari Anda, selanjutnya ia merasa lebih baik untuk tidak membeli dari Anda.

Maka dari itu, Anda harus senantiasa meningkatkan kenyamanan pembeli, kapan pun. Selanjutnya, apabila Anda memiliki toko online dan aktif mengoperasikannya, pastikan bahwa akun pembeli bisa diakses dengan mudah dan pembeli yang awam pun bisa mengoperasikannya dengan mudah.

Hal ini juga menjadi salah satu hal penting. Bila pembeli tidak memiliki akun (atau tidak harus memiliki akun) untuk membeli dari Anda, itu artinya Anda kehilangan data historis dari pelanggan dan akan susah untuk meretensi pelanggan tersebut di kemudian hari, baik untuk kegiatan up-selling atau pun cross-selling.

Baca Juga: Pasti Sold-Out! Ini 10 Cara Mempromosikan Produk yang Paling Efektif

Jadi, sebaiknya mungkinkan dan permudah setiap pelanggan untuk membuat sebuah akun di toko online Anda.

Begitu mereka membuat akun saat pertama kali membeli produk di toko online Anda, mereka tidak akan merasa kerepotan untuk mengisi data yang sama di pembelian selanjutnya, yang artinya tingkat kenyamanan mereka saat membeli pun semakin tinggi.


2 Tingkatkan Kualitas Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan atau customer service menjadi tolak ukur selanjutnya dari kenyamanan pengguna.

Baca Juga: 8 Tips Membuat Konsumen Terkesan dengan Bisnis Online Anda

Layanan pengguna dengan sistem yang baik akan sangat efektif bagi bisnis Anda untuk berkomunikasi dengan setiap pelanggan dengan memberikan solusi dan dukungan yang memang dibutuhkan.

Untuk memiliki sistem layanan pelanggan yang baik, Anda bisa memanfaatkan berbagai macam fitur seperti Facebook Messgenger yang diintegrasikan dengan chatbot, sehingga pelanggan bisa mendapatkan bantuan dengan instan untuk masalah-masalah yang ringan.

Anda juga bisa memanfaatkan berbagai alat seperti LINE@, WhatsApp Business, hingga Live Chat yang ada di toko online Anda.

Baca Juga: 6 Kesalahan Dalam Memulai Bisnis di Media Sosial

Hal tersebut akan memudahkan pelanggan (dan tim customer service yang mewakili bisnis Anda) untuk berkomunikasi dan Anda bisa sembari menawarkan produk yang relevan bagi mereka.

Upayakan untuk terus memberikan solusi atas permasalahan yang sedang mereka hadapi. Hal tersebut akan sangat mempengaruhi mereka untuk menjadi pelanggan setia.


3 Adakan Program Loyalitas Pelanggan (Customer Loyalty Program)

gambar: idea-factor.com

Program loyalitas pelanggan terhitung efektif untuk mendongkrak frekuensi pembelian oleh pelanggan karena program tersebut memotivasi mereka untuk terus membeli dalam rangka mendapatkan hadiah yang bernilai.

Baca Juga: 5 Keuntungan Memberikan Diskon Saat Menjual Produk Anda

Hal ini juga menjadi pertukaran dua arah yang menguntungkan bagi pelanggan maupun Anda sebagai pemilik bisnis.

Hal tersebut utamanya dikarenakan pembeli mendapatkan sesuatu yang bernilai (hadiah) setiap kali mereka membeli dari Anda, dan Anda pun semakin untung karena pelanggan selalu membeli dari Anda.

Contoh yang paling nyata dan relevan soal hal ini dan bisa segera Anda tiru adalah program serupa dari GO-JEK lewat GO-POINTS.

Baca Juga: 7 Tips Sukses Berbisnis Online dengan Sistem Pre-Order

Dengan mengadakan program loyalitas, pelanggan Anda selalu punya alasan untuk terus membeli dari Anda, terutama bila hadiah yang bisa mereka dapatkan memiliki nilai penting bagi mereka.


4 Kirimkan Email Menarik dan Relevan Bagi Pelanggan

gambar: codagecorp.com

Hal ini berkaitan dengan poin #1, sebab, Anda tentunya harus mendapatkan email setiap pelanggan Anda sebelum strategi customer retention marketing dalam poin ini bisa terlaksana.

Baca Juga: 10 Jenis Pesan Email yang Bisa Anda Kirim ke Pelanggan

Bila Anda sudah mengumpulkan email pelanggan (list building), kirimkan email menarik dan relevan bagi mereka yang isinya masih sangat berhubungan dengan bisnis Anda (terutama produk yang dijual).

Salah satu contoh email newsletter yang menarik adalah tips dan trik terkait produk yang Anda jual.

Misalnya, apabila Anda menjual suku cadang mobil, berikan tips dan trik terkait bagaimana cara menggunakan suku cadang tersebut agar mobil yang diperbaiki bisa dengan cepat dan mudah diperbaiki, dan jelaskan juga cara merawat dan memperbaikinya apabila rusak.

Baca Juga: 5 Tips Membuat Email Newsletter yang Profesional untuk Pelanggan

Jangan lupa, kirimkan email berisi promosi bila ada. Anda juga bisa menerapkan strategi up-selling dan cross-selling melalui email newsletter.


5 Tawarkan Diskon atau Cashback

Promo seperti diskon dan cashback selalu mampu menarik perhatian setiap pelanggan, baik calon pelanggan maupun pelanggan tetap.

Baca Juga: 7 Peluang Bisnis Menjanjikan di Bulan Ramadhan yang Bisa Anda Coba

Upayakan untuk terus menyediakan diskon dan cashback serta tawarkan dengan cara yang menarik agar mereka tak ragu untuk memanfaatkannya.

Promo semacam diskon atau cashback semacam ini juga menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pelanggan tetap, sehingga mereka akan semakin membeli produk dari Anda akan menjadi prioritas mereka.


Strategi Customer Retention Marketing: Penutup

Nah, itulah 5 strategi customer retention marketing yang penting untuk diketahui dan diterapkan dalam bisnis Anda, terutama bisnis online, untuk meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Pasti Untung! Ini 5 Tahap Meningkatkan Penjualan Bisnis di Bulan Ramadhan

Strategi customer retention akan membantu bisnis Anda memperbanyak jumlah pelanggan tetap dan merubah pelanggan baru menjadi pelanggan setia.

Ketika bisnis Anda sudah memiliki basis pelanggan tetap yang kuat, bisnis Anda pun senantiasa bisa meningkatkan penjualan dari waktu ke waktu. Bagaimana menurut Anda?


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Total Bunga
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here