Lakukan 5 Hal Ini Saat Menghadapi Konsumen Cerewet – Sifat konsumen memang berbeda-beda. Ada yang mudah dilayani, ada pula yang sulit dilayani. Anda harus melayani semua konsumen tanpa pilih kasih. Sekalipun konsumen tersebut menyulitkan Anda, seperti konsumen yang cerewet.

Konsumen yang cerewet memang merepotkan Anda. Mereka aktif bertanya dan berbicara yang berlebihan atau lebay, sok akrab, suka mencari kesalahan, kata-katanya cenderung menyakitkan, serta sulit merasa puas. Anda harus ekstra sabar menghadapinya.

Baca Juga: 10 Cara yang Baik Saat Menghadapi Keluhan Konsumen

Bagi pebisnis online, Anda harus siap membalas pesan atau panggilan telepon yang masuk berkali-kali dari konsumen yang cerewet. Mereka memang begitu, karena banyak hal yang ingin disampaikan. Sifat mereka yang cenderung perfeksionis, membuat mereka begitu kritis saat berbelanja online.

Meski Anda sudah memberikan produk dan pelayanan yang terbaik kepada semua konsumen, terkadang ada saja yang merasa tidak puas. Maka jangan heran jika konsumen lain memuji Anda, sedangkan konsumen yang cerewet akan memberikan keluhan.

5 Tips Menghadapi Konsumen yang Cerewet dengan Baik

1Tetap Bersikap Adil

Anda harus bersikap adil dalam melayani setiap konsumen. Meskipun mereka cerewet, Anda tidak boleh mengabaikannya. Jangan memandang sebelah mata hanya karena mereka menyusahkan Anda saat berbelanja. Tetap ramah dalam melayani semua konsumen.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Calon Konsumen Potensial yang Harus Diperhatikan

Bahkan biasanya, konsumen yang cerewet berpotensi menjadi pelanggan setia Anda. Sekali Anda mampu membuat mereka puas dengan produk dan pelayanan Anda, mereka akan balik kembali untuk berbelanja dengan Anda. Jadi, jadi jangan menjauhi dan membenci mereka.

2Jadi Pendengar yang Baik

Biasanya, konsumen yang cerewet suka memulai dan menguasai pembicaraan. Anda harus mengalah dengan menjadi pendengar yang baik. Anda lebih banyak diam sambil memikirkan jawaban yang terbaik untuk menjawab pertanyaannya. Biarkan mereka berbicara sesuka hati, bahkan terkadang keluar dari topik pembicaraan.

Baca Juga: Ikuti 7 Tips Ini Agar Konsumen Baru Menjadi Pelanggan Setia

Setelah konsumen bertanya, jawab pertanyaannya secara tepat dan detail agar tidak muncul pertanyaan-pertanyaan lain. Mereka senang dengan jawaban yang panjang dan jelas, karena merasa dihargai dan diperhatikan. Usahakan Anda untuk memberikan jawaban yang terbaik atas setiap pertanyaan mereka.

3Jangan Membalas Mereka

Jika konsumen Anda mengucapkan kata yang tidak enak didengar, maka jangan diambil hati. Hindari perdebatan karena mereka cenderung tidak mau mengalah. Daripada berdebat, pasti mereka akan pergi dan beralih berbelanja di tempat lain. Jika Anda sampai emosi, maka bisa dipastikan Anda akan kehilangan konsumen.

Baca Juga: 6 Rumus Dasar Dalam Berbisnis yang Harus Anda Terapkan

Sebaiknya, Anda belajar untuk sabar. Biarkan konsumen yang cerewet itu berkata sesuka hati. Anda harus tetap yakin dengan kualitas produk Anda dan memberikan pelayanan kepadanya semaksimal mungkin.

4Berikan Win-Win Solution

gambar: cpjobs.com

Ketika ada masalah setelah pembelian, jangan Anda menyalahkan konsumen. Lebih baik Anda berikan win-win solution, yaitu solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Lakukan negosiasi yang menempatkan Anda dan konsumen sebagai pihak yang menang. Sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Baca Juga: Pelajari Ini Biar Jualan Online Anda Memiliki Omset Besar

Jika Anda merasa salah, maka lebih baik Anda segera mengakui kelalaian Anda dan meminta maaf. Namun, jika keluhan yang disampaikan konsumen ternyata mengada-ngada, maka coba berikan pengertian kepadanya secara baik-baik bahwa Anda telah memberikan produk dan pelayanan sesuai standar yang terbaik dari Anda.

5Ucapkan Terima Kasih

Jangan lupa memberikan reward untuk menyenangkan konsumen. Bentuk reward yang sederhana, minimal ucapan terima kasih. Tunjukkan bahwa Anda menghargainya. Kelak mereka akan datang kembali, meskipun sempat mengeluhkan banyak hal tentang produk Anda.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Hasil
Total Bunga
Pokok + Bunga

Cicilan Bulanan:

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here