7 Cara Menentukan Target Market untuk Bisnis Baru Anda – Seorang entrepreneur harus dapat memahami pelanggannya.

Jika Anda berbisnis online, Anda harus tahu siapa pembeli yang akan tertarik berbelanja di website Anda. Jika Anda membuka toko, Anda harus tahu siapa yang akan tertarik berkunjung ke toko Anda.

Ketika memulai bisnis baru, Anda harus tahu siapa yang menjadi target market Anda. Semakin Anda memahami mereka, maka semakin cepat bisnis Anda akan berkembang. Sebaliknya, jika Anda salah menilai pelanggan Anda, maka bisnis Anda bisa mengalami kegagalan di tengah jalan.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Ketika Merilis Bisnis Baru

Lebih baik Anda belajar memahami pelanggan sedari awal, sehingga dapat membantu Anda dalam menentukan srategi pemasaran dan lebih siap bersaing dengan kompetitor. Dengan memahami pelanggan, Anda dapat menjangkau pasar ketika bisnis Anda sudah berjalan.

Berikut ada 7 hal yang perlu Anda perhatikan untuk membantu Anda dalam menentukan target market dengan tepat untuk bisnis baru Anda.

Perhatikan 7 Hal Ini Saat Menentukan Target Market yang Tepat untuk Bisnis Baru Anda

1Siapa yang Akan Menggunakan Produk Anda?

Apa saja yang produk atau layanan Anda tawarkan kepada pelanggan? Guna mencari tahu siapa pelanggan potensial, Anda harus memahami masalah yang bisa diselesaikan oleh produk atau layanan Anda dan adakah orang yang mau membayar untuk itu? Jika ada, siapa orangnya. Jika tidak ada, Anda harus menerima keadaan tersebut karena mungkin ide bisnis Anda belum dapat diterima untuk saat ini.

2Jangan Berasumsi Sendiri

Anda mungkin merasa telah mengenal calon pelanggan Anda. Tapi sebaiknya jangan menentukan target market Anda berdasarkan asumsi pribadi saja. Apa yang Anda pikirkan belum tentu sama dengan pemikiran pelanggan Anda. Sebaiknya Anda bertanya langsung kepada pelanggan agar Anda dapat benar-benar memahami mereka.

Baca Juga: Agar Bisnis Lebih Terarah, Setiap Pengusaha Harus Selalu Memperhatikan 4 Hal Ini

3Survei Pelanggan

Sikap optimis bisa menjebak Anda untuk melebih-lebihkan ukuran target market Anda. Padahal, kenyataannya orang yang membutuhkan produk atau layanan Anda tidak sebanyak asumsi Anda. Untuk itu, lebih baik Anda melakukan survei ke lapangan untuk mencari tahu secara langsung kondisi pasar. Riset akan memberikan Anda data-data yang berguna untuk mencermati kebutuhan pelanggan.

4Tanyakan Pada Orang Sekitar

Anda bisa menanyakan pendapat orang-orang di sekitar Anda yang sudah Anda kenal. Minta kritik dan saran dari mereka tentang produk dan layanan Anda. Mereka bisa berkata jujur tentang bisnis Anda untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan target market Anda. Hal ini tidak memerlukan biaya karena bisa Anda lakukan sendiri dengan menemui mereka.

Baca Juga: Untuk Bisnis Baru, Coba Ikuti 10 Tips Mengembangkan Bisnis Ini

5Amati Kompetitor

Anda bisa menentukan target market Anda dengan mengamati kompetitor yang telah memulai usahanya lebih dulu.

Anda bisa mempelajari cara kompetitor melakukan pemasaran. Anda bisa melihat keunggulan dan kelemahan kompetitor. Ini akan membantu Anda dalam menemukan strategi yang berbeda untuk menarik pelanggan.

6Uji Coba Pemasaran

Sebelum Anda meluncurkan bisnis Anda secara resmi, sebaiknya Anda melakukan uji coba pemasaran. Caranya dengan menawarkan produk Anda kepada konsumen.

Anda akan melihat siapa saja orang yang tertarik dan tidak tertarik dengan bisnis Anda. Ini akan membuka wawasan Anda untuk mengevaluasi target market dan harga jual produk Anda.

Baca Juga: Pengusaha Perlu Melakukan Diversifikasi Produk, Ini Alasannya

7Apakah Target Pasar Bisa Diperluas?

Anda harus menyiapkan diri untuk memperluas bisnis Anda sedari awal. Anda perlu mencari tahu apakah ada ruang untuk memperluas target market Anda ke depannya.

Baca Juga: 5 Orang yang Harus Dihindari Saat Menjalankan Bisnis

Apakah bisnis Anda hanya dijual online, atau perlu ada toko fisiknya? Apakah hanya untuk pelanggan lokal atau nantinya bisa menembus pasar global?

Pertanyaan tersebut akan membantu Anda dalam memprediksi sejauh mana bisnis Anda dapat berkembang.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Cicilan Bulanan
Bunga Pinjaman
Pokok + Bunga

Syarat & Ketentuan


Ikuti @entrepreneurcamp.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.