Apa itu Social Media Marketing dan Manfaatnya Bagi Bisnis?

49

Social media marketing adalah salah satu bagian dari strategi marketing yang paling umum digunakan saat ini. Sesuai dengan namanya, strategi pemasaran ini mengandalkan peran media sosial untuk kegiatan pemasarannya.

Saat ini, banyak industri kecil hingga besar menggunakan strategi pemasaran ini. Jika kamu tertarik ingin mengembangkan strategi pemasaran dengan social media marketing ini, kamu wajib membaca penjelasan lebih lengkapnya berikut ini!

Apa itu Social Media Marketing?

Menurut laman HubSpot, social media marketing adalah proses membuat konten untuk platform media sosial dengan tujuan untuk mempromosikan produk atau layanan, membangun komunitas, dan mengarahkan lalu lintas ke situs bisnis.

Kegiatan ini melibatkan pembuatan konten berkualitas di profil media sosial bisnis, mendengarkan dan melibatkan audiens, menganalisis kinerja kampanye, dan menjalankan iklan di media sosial.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Statista, jumlah pengguna aktif media sosial di tanah air sebanyak 204 juta orang pada tahun 2022. Diperkirakan jumlah pengguna aktif media sosial ini akan meningkat sekitar 237 juta pengguna di tahun 2026.

Melihat dari jumlah pengguna tersebut, tentu media sosial menjadi platform terbaik untuk meningkatkan brand awareness dan menjangkau audiens yang lebih luas.

Saat ini, platform media sosial yang paling banyak digunakan adalah Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, YouTube, TikTok, dan Pinterest. Setiap platform memiliki keunikan audiens yang berbeda-beda, jadi pilihlah media sosial dengan audiens yang sesuai dengan target pemasaran kamu.

Manfaat Social Media Marketing

Selain dari sisi jumlah pengguna, social media marketing memiliki tiga keunggulan lain, seperti berikut ini:

1. Koneksi

Media sosial memiliki kekuatan untuk menghubungkan bisnis dengan pelanggan dengan cara yang lebih interaktif. Seperti membagikan konten video edukasi/informatif di YouTube, konten pengetahuan di Facebook, Instagram, atau TikTok, hingga konten microblogging di Twitter.

2. Interaksi

Konten media sosial yang menarik memungkinkan bisnis untuk mendapatkan iklan gratis dari rekomendasi eWOM (electronic word of mouth) antara pelanggan tetap dengan pelanggan potensial.

Tidak hanya menularkan efek positif saja, eWOM dapat mendorong pelanggan untuk membuat keputusan yang ingin kita dapatkan. Selain itu, interaksi yang terjadi di media sosial mudah diukur, sehingga kamu bisa mengukur “ekuitas sosial” dari kegiatan kampanye media sosial ini.

3. Data Pelanggan

Keunggulan selanjutnya dari social media marketing adalah koleksi data pelanggan yang sangat lengkap. Data tersebut akan membantu kamu mengembangkan strategi pemasaran yang tepat sasaran.

Hal ini tidak dimiliki oleh media iklan tradisional yang dimana kita akan kesulitan untuk mengumpulkan data pelanggan dan efektifitas dari iklan tersebut. Maka dari itu, banyak pebisnis yang senang dengan media sosial, karena dapat memberikan data yang tepat secara real time.

Baca juga: Channel Marketing Adalah: Jenis dan Contohnya dalam Bisnis

Tips Mengoptimalkan Social Media untuk Marketing

Setelah memahami apa itu social media marketing (SMM) dan manfaatnya, sekarang kami akan membagikan tips cara mengoptimalkan media sosial untuk bisnis kamu. Berikut ulasannya!

1. Riset Audiens

Langkah pertama untuk membuat social media marketing adalah menentukan audiens dan buyer persona, supaya kamu dapat membuat konten yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Saat melakukan langkah ini, cobalah pikirkan tentang siapa saja orang-orang yang ingin kamu jangkau dan apa alasannya? 

Misalnya, kamu menjual pakaian olahraga kekinian, maka kamu bisa klasifikasikan target audiens kamu adalah milenium yang hobi olahraga dan memiliki gaya atletik.

Setelah melakukan riset audiens, kamu jadi lebih mudah menentukan topik konten apa saja yang akan menarik perhatian target audiens yang ingin kamu capai.

2. Tujuan Penggunaan Social Media Marketing

Langkah kedua adalah membuat tujuan dan sasaran yang jelas untuk kegiatan pemasaran media sosial. Tanpa adanya tujuan, kamu tidak akan tahu langkah-langkah apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai hal tersebut.

Supaya kamu tidak kehilangan arah, sebaiknya kamu membuat strategi pemasaran dengan menggunakan teori SMART (specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound).

3. Memilih Platform Media Sosial

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap platform media sosial memiliki karakteristik pengguna yang berbeda-beda. Maka dari itu, pilihlah media sosial yang memiliki audiens yang sama dengan target yang sudah kamu buat.

Misalnya, industri kamu adalah B2B manufaktur yang memproduksi batu arang dalam jumlah besar. Audiens kamu tentu bukan millenial melainkan para eksekutif.

Jadi, platform media sosial yang cocok untuk bisnis tersebut adalah LinkedIn. Jangan sampai karena kamu ingin mengikuti trend, akhirnya kamu buat akun di TikTok dan fokus membuat konten disana.

Alih-alih mendapat perhatian dari audiens yang kamu incar, kamu hanya menghabiskan waktu dan tenaga yang sia-sia.

4. Perhatikan Kompetitor

Sebelum melaksanakan social media marketing, ada baiknya kamu menganalisis kegiatan yang dilakukan oleh kompetitor. Seperti jenis konten yang sering mereka gunakan, platform media sosial apa saja, interaksi dengan audiens, dan lain sebagainya.

Catat seluruh kegiatan yang mereka lakukan selama ini, supaya kamu bisa menemukan peluang yang bisa kamu kembangkan dalam strategi kamu.

Misalnya, kompetitor lebih dominan aktif di Facebook dan sering berbagi konten di grup-grup yang relevan di industri tersebut. Maka, kamu bisa coba mengembangkan strategi pemasaran di platform lain, seperti Instagram, Twitter, atau TikTok dengan membagikan konten edukasi yang bermanfaat untuk audiens.

5. Cari Inspirasi Konten

Membuat konten yang menarik dan unik itu cukup sulit, apalagi jika kamu baru terjun ke dunia media sosial.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk membuat konten yang menarik, yaitu dengan menggunakan teknik ATM (amati, tiru, modifikasi).

Ya, ini adalah cara paling mudah untuk kamu yang baru memulai pemasaran di media sosial, asalkan kamu modifikasi copy, gambar, dan elemen-elemen lain sesuai dengan ciri khas branding kamu.

Selain cara tersebut, kamu bisa coba perhatikan influencer atau brand favorit kamu, seperti jenis konten yang mereka buat, bagaimana cara mereka mengolah suatu kasus jadi lebih menarik, penyampaian, dan lain-lain. Setelah itu, cobalah untuk membuat konten dengan gaya kamu sendiri.

6. Jenis Konten

Salah satu kesalahan yang sering dibuat oleh perusahaan adalah terlalu sering membuat konten jualan.

Kami tahu kalau dalam setiap bisnis itu mencari keuntungan dari penjualan, tapi masalahnya, audiens tidak menyukai konten yang hard selling. Solusinya, kamu bisa coba terapkan metode 80/20:

  • 80% konten yang menghibur, mendidik, dan informatif untuk audiens.
  • 20% konten tentang promosi bisnis kamu.

jenis konten 1

Hootsuite

Atau, kamu juga bisa menggunakan rule of third, seperti contoh berikut ini:

  • ⅓ konten berisi promosi bisnis.
  • Sepertiga dari konten berbagi ide dan inspirasi.
  • ⅓ konten adalah interaksi pribadi dengan audiens.

jenis konten 2

Hootsuite

7. Buat Kalender Media Sosial

Membuat dan membagikan konten itu sangat penting, tapi jangan sampai kamu lupa untuk membuat perencanaan jadwal upload konten yang kamu buat.

Kalender media sosial ini sangat membantu untuk mengingatkan kamu kapan waktunya untuk mengunggah konten di media sosial dan mengetahui tanggal perayaan besar terjadi. Seperti Valentine, lebaran, tahun baru, halloween, dan lain-lain. Supaya kamu bisa membuat konten yang relevan dengan perayaan tersebut.

Selain itu, kalender media sosial juga membantu kamu mengatur perencanaan aktivitas media sosial yang sudah kamu buat, supaya kamu bisa memposting konten tepat waktu.

8. Frekuensi Upload Konten

Jika kamu baru memulai strategi pemasaran media sosial, mungkin kamu masih belum tahu seberapa banyak konten yang harus di unggah di setiap platform untuk mendapatkan engagement yang tinggi.

Perlu kamu ketahui, audiens tidak terlalu senang melihat sebuah brand yang terlalu sering memposting konten yang tidak informatif. Alih-alih mendapatkan engagement, mungkin kamu akan kehilangan followers, karena konten kamu bernilai spam di mata mereka.

Tapi, jika kamu jarang memposting konten, audiens akan menilai bisnis kamu tidak sustain dan mungkin mereka akan berhenti mengikuti akun kamu. Untuk menghindari hal-hal tersebut, cobalah untuk membuat jadwal posting dengan contoh berikut ini:

  • Instagram: 3-7 kali/minggu.
  • Facebook: 1-2 kali/hari.
  • Twitter: 1-5 kali/hari.
  • LinkedIn: 1-5 kali/hari.

Tapi, pastikan jam postingan kamu berada di waktu ramai, seperti jam istirahat siang, sore hari sekitar jam 4-5 sore, atau malam hari di rentang waktu 7-9 malam. Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan insight, untuk mengetahui kapan waktu audiens ramai mengunjungi postingan media sosial kamu.

9. Analisa Kinerja Konten yang Kamu Buat

Social media marketing adalah kegiatan yang sangat penting untuk mengembangkan bisnis kamu. Akan tetapi, tidak semua kegiatan pemasaran media sosial dapat berjalan sukses pada percobaan pertama.

Maka dari itu, cobalah untuk melacak dan menganalisa hasil konten yang sudah kamu posting, apakah konten tersebut cukup sukses atau tidak sesuai harapan?

Menariknya, di setiap platform media sosial saat ini memiliki fitur yang bernama insight. Jadi, kamu bisa melihat secara langsung kinerja konten yang sudah kamu buat. 

Dengan begitu, kamu bisa mengevaluasi, membuat ulang konten, menguji, dan menemukan topik baru yang sekiranya dapat menghasilkan performa yang ingin kamu capai.

Periksalah kinerja seluruh konten kamu setidaknya seminggu sekali, sehingga kamu bisa memperbaiki kesalahan dan mengembangkan strategi pemasaran yang lebih baik di masa depan. Supaya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama dan bisnis kamu juga tidak jalan di tempat. Akibat cara pemasaran yang salah.

10. Manfaatkan Aplikasi Social Media Tool

Tips terakhir adalah menggunakan aplikasi social media tool, seperti HubSpot, Buffer, HootSuite, Sprout Social, dan Canva.

Aplikasi ini akan membantu kamu menyiapkan banyak hal, mulai dari gambar konten, tulisan caption, menjadwalkan postingan, otomatis memposting konten, dan memonitor setiap interaksi yang terjadi di konten kamu.

Jadi, kamu hanya perlu membuka satu aplikasi saja untuk melihat semua insight dari seluruh platform media sosial yang kamu gunakan. Sangat menghemat waktu dan energi, bukan?

Sudah Siap Memulai Social Media Marketing?

Social media marketing adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh setiap jenis industri bisnis saat ini. Apalagi, hampir semua orang saat ini aktif menggunakan media sosial. Maka dari itu, social media marketing sangat efektif untuk kamu yang ingin membangun merek, berinteraksi dengan pelanggan, dan mengarahkan lalu lintas ke situs web.