6 Langkah Mengatasi Keluhan Konsumen Agar Konsumen Puas Setelah Kecewa – Jangan bingung saat ada konsumen atau pelanggan yang kecewa. Keluhan konsumen adalah salah satu risiko saat berbisnis. Anda bisa saja melakukan kesalahan dan Anda juga tidak dapat menyenangkan semua orang setiap saat.

Saat Anda menerima komplain dari konsumen, sadari bahwa Anda harus bertanggung jawab untuk membereskan masalahnya. Kekecewaan konsumen harus ditangani dengan baik. Tidak usah terlalu tergesa-gesa, tapi juga jangan terlalu lambat menanganinya.

Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Calon Konsumen Potensial yang Harus Diperhatikan

Namun, menghadapi konsumen yang kecewa bisa membuat Anda panik dan bertindak gegabah. Hati-hati sebelum bertindak dalam membereskan masalah konsumen. Jangan sampai konsumen tidak puas dan akhirnya menganggap bisnis Anda tidak profesional dan memiliki pelayanan yang buruk.

Untuk itu, ikuti enam langkah berikut ini sebelum Anda membereskan masalah keluhan konsumen. Niscaya, konsumen yang kecewa bisa menjadi puas karena Anda dapat mengatasi masalahnya dengan baik.

Baca Juga: Perhatikan 7 Hal Ini Agar Bisnis Anda Sukses Merebut Hati Konsumen

Ikuti 6 Langkah Ini Sebelum Membereskan Keluhan Konsumen

1Dengarkan Baik-Baik

Saat konsumen menghubungi Anda atau langsung mendatangi Anda untuk melaporkan masalahnya, Anda harus langsung menunjukkan rasa simpati. Tetap tenang, meski konsumen meluapkan amarahnya kepada Anda. Coba mengerti keadaannya yang sedang emosi dan kecewa.

Anda juga sebaiknya jangan melakukan interupsi atau memotong pembicaraan konsumen. Biarkan konsumen mengungkapkan keluhannya sampai habis. Berikan perhatian penuh padanya agar dia merasa didengarkan dan dihargai. Dengan begitu, Anda dapat menganalisis dan mengetahui akar permasalahan yang sedang dihadapi.

Baca Juga: 5 Alasan Kenapa Konsumen Tidak Membeli Produk Anda

2Konfirmasi Masalah

Setelah Anda mendengarkan keluhan konsumen, ulangi inti masalah yang disampaikannya. Ini diperlukan agar konsumen tahu bahwa Anda sudah memahami hal yang dikeluhkan. Konfirmasi harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan untuk menegaskan fakta permasalahan yang terjadi.

Ingat bahwa masalah akan semakin rumit jika terjadi kesalahpahaman. Untuk itu, pastikan Anda mengonfirmasi keluhan konsumen yang sebenarnya. Jangan sampai Anda salah menangkap maksud yang disampaikannya, sehingga membuat Anda salah dalam mengambil tindakan.

Baca Juga: 10 Macam Masalah Bisnis yang Sering Dialami Pengusaha

3Minta Maaf

gambar: melmagazine.com

Dengan sikap yang rendah hati, akui jika memang terjadi kesalahan yang dilakukan oleh bisnis Anda. Jangan membela diri, apalagi menyerang konsumen. Namun, minta maaflah dengan tulus kepada konsumen yang kecewa. Ini dapat sedikit meredakan emosi konsumen, karena Anda menyadari kesalahan yang terjadi.

4Jelaskan Penyebab Masalah

Kemudian, jelaskan penyebab masalah yang dihadapi konsumen. Sekalipun penyebab masalah ternyata terletak pada konsumen tersebut, Anda jangan sampai menyudutkan dirinya. Hati-hati dalam berkata-kata saat menjelaskan. Setelah itu, jelaskan juga hal apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi keluhan konsumen tersebut..

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Saat Menghadapi Konsumen Cerewet

5Buat Kesepakatan

Sebelum Anda menyelesaikan permasalahan konsumen, buatlah persetujuan atau kesepakatan tentang solusi yang akan diambil. Upayakan win-win solution di mana pihak Anda dan konsumen sama-sama merasa tidak dirugikan. Jika solusi pertama tidak disetujui, berikan solusi alternatif untuk mengantisipasi masalah baru yang tidak diinginkan.

6Segera Ambil Tindakan

Segera ambil tindakan untuk membereskan keluhan konsumen sesuai dengan kesepakatan yang telah diambil dan juga kebijakan dalam perusahaan Anda. Pastikan Anda membereskan masalahnya agar konsumen yang kecewa bisa merasa puas dan nama baik bisnis Anda tetap terjaga.

Baca Juga: 4 Tipe Konsumen dan Cara Menarik Perhatiannya

Nah, itulah langkah-langkah untuk menghadapi keluhan konsumen. Semoga Anda dapat menerapkannya dalam bisnis Anda agar setiap masalah konsumen dapat terselesaikan dengan baik.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Total Bunga
Pokok + Bunga

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.