Mengenal 7 Model Bisnis Website E-commerce dan Contohnya – Istilah e-commerce sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat modern. Pengertian e-commerce adalah kegiatan atau aktivitas perdagangan produk maupun jasa secara online melalui jaringan elektronik, terutama internet.

Kemajuan internet yang sangat pesat menyebabkan kegiatan jual-beli sudah mulai berkembang ke ranah digital.  Tak heran, jika kini banyak orang yang menjalankan kegiatan bisnis berbasis online melalui penggunaan website atau situs e-commerce.

Baca Juga: 10 Tips Mengembangkan eCommerce Dari Pakar eCommerce Dunia

Bagi Anda yang tertarik mengembangkan website e-commerce, sebelumnya Anda harus tahu bahwa konsep perdagangan elektronik tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Ini tidak hanya soal menjalankan sebuah website toko online, karena situs yang tergolong sebagai website e-commerce terdiri dari banyak jenis.

Berdasarkan model bisnisnya, terdapat 7 macam website e-commerce. Nah, berikut contoh-contohnya di Indonesia.

Baca Juga: 8 Hal yang Harus Ada di Website Bisnis Online Anda

Mengenal 7 Model Bisnis Website E-commerce dan Contohnya

1Business to Business (B2B)

Website e-commerce business to business (B2B) adalah situs untuk melayani kegiatan bisnis antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya. Website e-commerce B2B biasanya digunakan antara pihak produsen dengan distributor, grosir dan retailer. Contoh portal B2B, yaitu ralali.com yang menjembatani transaksi produk industri antara perusahaan besar dengan perusahan kecil, dan bizzy.co.id yang melayani transaksi B2B untuk produk peralatan kantor.

Baca Juga: 8 Tanda Anda Harus Segera Mengubah Desain Website Anda

2Business to Consumer (B2C)

Website e-commerce business to customer (B2C) adalah kebalikan dari B2B. Situs e-commerce B2B melayani kegiatan jual-beli online antara pihak perusahaan atau produsen dengan pengguna akhir, baik itu konsumen perorangan atau pun grup. Contoh portal B2C, yakni bhinneka.com yang fokus menjual aneka produk elektronik, dan juga lazada.co.id yang menjual berbagai produk fashion, olahraga, hingga elektronik.

3Consumer to Consumer (C2C)

Website e-commerce customer to customer (C2C) adalah situs yang memungkinkan konsumen melakukan transaksi online dengan konsumen lain. Situs e-commerce B2B berperan sebagai pihak ketiga yang mempertemukan antarkonsumen. Contoh platform B2B di Indonesia, yaitu tokopedia.com dan bukalapak.com yang menyediakan layanan untuk individu menjualkan beragam produk baru maupun bekas ke konsumen yang lain.

Baca Juga: 10 Keuntungan Menggunakan Internet Marketing Bagi Bisnis Anda

4Consumer to Business (C2B)

Website e-commerce customer to business (C2B) adalah kebalikan dari C2C. Situs e-commerce C2B menyediakan layanan bagi pihak individu atau konsumennya untuk menawarkan produk atau jasa ke perusahaan tertentu yang membutuhkannya. Contoh platform C2B, yakni istockphoto.com yang menjadi media bagi para fotografer individu untuk mendapatkan royalti apabila ada yang menggunakan fotonya.

Baca Juga: 5 Tips Meningkatkan Penjualan via Mobile

5Business to Administration (B2A)                    

Website e-commerce business to administration (B2A) melayani kegiatan transaksi secara online antara pihak perusahaan dengan administrasi publik atau lembaga dan masyarakat. Situs e-commerce B2A umumnya merupakan layanan pemerintah. Contohnya, bpjsketenagakerjaan.go.id yang menyediakan layanan online bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh informasi dan melakukan klaim saldo.

6Consumer to Administration (C2A)

Website e-commerce customer to administration (C2A) mirip dengan B2A. Namun, model bisnis website C2A digunakan untuk layanan transaksi antara pihak konsumen/individu dengan administrasi publik. Contohnya, bpjs-kesehatan.go.id yang menyediakan layanan bagi masyarakat untuk mengecek tagihan dan transaksi BPJS Kesehatan secara online.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Website Khusus untuk Mencari Freelancer

7Online to Offline (O2O)

Website e-commerce online to offline (O2O) mengusung konsep bisnis untuk menarik konsumen online agar mau datang atau berbelanja ke toko offline/fisik. Model bisnis website e-commerce O2O memungkinkan seseorang membeli barang secara online dan mengambilnya di toko fisik. Contohnya, mataharimall.com yang memungkinkan konsumen online untuk mengambil atau bahkan mengembalikan barang di seluruh toko Matahari di Indonesia.


Simulasi Permodalan Usaha

Jumlah Modal Usaha

Suku Bunga/Tahun (% APR)

Jangka Waktu (Tahun)


Total Bunga
Pokok + Bunga

Syarat & Ketentuan


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.