HomeManajemen BisnisKepemimpinanApa itu Pivot dalam Bisnis? Begini Strategi dan Cara Implementasinya

Apa itu Pivot dalam Bisnis? Begini Strategi dan Cara Implementasinya

Ketika kamu menjalankan sebuah bisnis, mungkin akan ada saatnya kamu merasa bahwa bisnis kamu sedang tidak dalam kondisi yang baik. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menjalankan strategi pivot. Apa itu pivot dalam bisnis

Strategi pivot adalah sebuah strategi yang dilakukan dengan cara mengubah haluan atau arah bisnis. Mengubah arah bisnis ini bisa beragam bentuk, mulai dari target pasar hingga mengubah produk atau jasa yang ditawarkan oleh sebuah bisnis.

Strategi pivot mungkin terdengar beresiko karena mengubah banyak hal dalam sebuah bisnis, namun strategi ini ternyata efektif. Beberapa perusahaan besar yang telah melakukan strategi ini, yaitu Starbuck, Netflix, Twitter, Slack, Instagram, dan YouTube. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu Pivot dalam Bisnis?

Pivot adalah sebuah strategi yang bertujuan untuk menyelamatkan sebuah bisnis agar keluar dari keadaan terpuruk dan bisa kembali bangkit. Strategi ini sering menjadi pilihan banyak orang terutama bisnis start up atau bisnis yang baru saja terbentuk.

Kapan Bisnis Umumnya Melakukan Pivot

Setelah mengetahui apa itu pivot dalam bisnis, selanjutnya yang perlu kamu ketahui adalah kapan sebuah bisnis umumnya melakukan pivot. Hal ini perlu kamu ketahui agar bisnis kamu mengetahui bahwa pivot adalah keputusan yang tepat untuk bisnis kamu. Berikut ini adalah beberapa waktu terbaik untuk melakukan strategi ini:

1. Perlu Beradaptasi dengan Pasar

Pasar adalah satu hal penting yang menjadi perhatian sebuah bisnis. Ketika pasar yang menjadi target bisnis berhasil dikuasai, tentunya hal tersebut bisa berarti bahwa bisnis tersebut telah berhasil menguasai pasar dan meraih keuntungan.

Namun, lain ceritanya jika sebuah bisnis sulit untuk mendapatkan sebuah pasar. Karena hal ini, sebuah bisnis perlu melakukan strategi pivot dan kembali untuk beradaptasi dengan pasar yang baru. 

2. Selalu Kalah dari Kompetitor Bisnis

Ketika menjalankan sebuah bisnis, tentunya kamu akan berhadapan dengan beberapa kompetitor dalam menguasai pasar dan meraih keuntungan. Melakukan hal tersebut tidaklah mudah, bahkan bisa saja kamu selalu kalah dari kompetitor bisnis kamu.

Pada saat kamu selalu kalah dari kompetitor bisnis kamu, maka menjalankan strategi pivot adalah sebuah keputusan yang tepat. Setelah mengetahui apa itu pivot dalam bisnis, kamu dapat mengubah banyak hal dari bisnis kamu dan kembali bersaing dalam pasar.

3. Bisnis Tidak Berkembang

Waktu terbaik untuk melakukan strategi pivot selanjutnya adalah saat sebuah bisnis tidak bisa berkembang atau bisa juga dikatakan stagnan. Sebuah perusahaan tentunya harus terus mampu berkembang untuk tetap dapat bertahan dalam persaingan pasar.

Ketika sebuah bisnis tidak dapat lagi berkembang karena berbagai faktor, maka keputusan untuk menjalankan strategi pivot adalah hal yang tepat. Beragam faktor tersebut seperti sulit untuk mendapatkan pelanggan baru, usaha untuk meningkatkan penjualan tidak maksimal, atau yang lainnya.

4. Core Value tidak Sesuai

Pada sebuah bisnis tentunya ada beberapa core value atau nilai-nilai utama yang menjadi daya jual sebuah bisnis. Ketika core value yang ada dalam sebuah bisnis tidak mendapatkan respon yang baik dari pasar. Maka mengubah core value dan melakukan strategi pasar adalah pilihan yang tepat untuk sebuah bisnis.

Ketika kamu menjalankan sebuah bisnis, kamu tidak dapat memaksakan pasar atau konsumen kamu menyukai core value yang bisnis kamu miliki. Akan lebih baik baik kamu menyesuaikan dengan keadaan pasar dan mengetahui apa yang konsumen kamu butuhkan, kemudian memenuhinya.

5. Masalah Internal Dalam Tim

Pada saat menjalankan sebuah bisnis, tentunya tidaklah mudah. Ada beragam masalah yang bisa muncul dalam perjalanan sebuah bisnis. Masalah tersebut bukan hanya berasal dari luar perusahaan, masalah juga bisa muncul dari dalam internal perusahaan.

Masalah dalam internal perusahaan dapat mempengaruhi performa karyawan serta perusahaan. Ketika masalah internal dalam sebuah perusahaan sudah tidak dapat lagi terselesaikan, maka menjalankan strategi pivot adalah sebuah keputusan yang tepat untuk sebuah bisnis.

6. Reposition Product

Produk adalah salah satu aset penting dalam sebuah bisnis. Produk yang berhasil tentunya adalah produk yang diterima dalam pasar dan konsumen. Pada saat produk dalam sebuah bisnis tidak mendapatkan hasil yang maksimal, maka strategi pivot menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk bisnis kamu.

Ada dua pilihan yang dapat kamu lakukan ketika melakukan reposition product dan menjalankan strategi ini. Pilihan yang pertama adalah dengan mengubah beberapa hal dari produk kamu agar dapat diterima konsumen dan memperluas pasar. Pilihan kedua, mengubah secara total produk bisnis kamu.

7. Melakukan Pivot pada Target Pasar

Setelah mengetahui apa itu pivot dalam bisnis, kamu tentunya mengetahui bahwa ketika menjalankan strategi pivot ini salah satu pilihannya adalah dengan melakukan pivot pada target pasar. Kemudian, menemukan pasar baru yang jauh lebih menguntungkan.

Hal ini bertujuan menghindari sulitnya persaingan dalam pasar bisnis kamu saat ini dan juga menemukan pasar yang jauh lebih efektif. Supaya sebuah bisnis dapat kembali berkembang dengan lebih baik.

Jenis Strategi Pivot dalam Bisnis

Setelah mengetahui kapan saat yang tepat untuk melakukan strategi pivot dan pengertian apa itu pivot dalam bisnis, ada beberapa jenis pivot yang bisa kamu lakukan. Berikut ulasannya.

1. Market Segment Pivot

Jenis pivot yang paling pertama adalah melakukan pivot pada segmen market yang bisnis kamu targetkan. Caranya dengan merubah target pasar tanpa melakukan perubahan produk. Karena bisa saja produk kamu kurang tepat untuk target pasar yang kamu targetkan.

2. Customer Problem Pivot

Sebuah produk yang berhasil adalah sebuah produk yang dapat membantu atau menyelesaikan masalah konsumennya. Jika mempertimbangkan hal tersebut, bila produk kamu kurang tepat, kamu dapat melakukan pivot pada produk milikmu agar dapat membantu atau menyelesaikan masalah para konsumen.

3. Product Feature Pivot

Jenis yang berikutnya hampir serupa dengan jenis sebelumnya, yaitu melakukan pivot pada fitur produk agar sesuai dengan apa yang konsumen butuhkan.

4. Revenue Model Pivot

Jenis strategi pivot yang berikutnya adalah melakukan pivot pada harga produk bisnis kamu. Bisa jadi harga yang kamu tetapkan kurang sesuai dengan kondisi pasar yang kamu targetkan. Jika mempertimbangkan harga baru yang lebih sesuai, maka tentunya produk kamu akan menjadi lebih disukai oleh konsumen.

5. Sales Channel Pivot

Sales channel dalam marketing adalah distribusi pemasaran sebuah produk. Bisa saja dalam menjalankan bisnis kamu memilih sales channel yang kurang tepat dan efektif. Karena hal tersebut, kamu perlu mempertimbangkan untuk melakukan pivot pada sales channel kamu saat ini.

6. Technology Pivot

Technology pivot adalah strategi pivot yang menjual sebuah produk berbasis teknologi. Ketika melakukan pivot pada teknologi dalam sebuah produk, tentunya produk tersebut akan lebih banyak orang yang menyukainya.

7. Product Service Pivot

Jenis strategi pivot yang terakhir adalah product service pivot. Product service adalah salah satu hal penting yang mendukung sebuah produk memiliki banyak konsumen. Kamu dapat mempertimbangkan pelayanan customer service untuk meningkatkan produk bisnis kamu.

Tips Melakukan Pivot Dalam Bisnis

Setelah mengetahui apa itu pivot dalam bisnis, kamu juga harus mengetahui beberapa tips agar dapat sukses untuk menjalankan strategi kamu, seperti berikut ini:

1. Mencari Solusi yang Paling Efektif

Tips yang pertama adalah mencari solusi paling efektif lainnya terlebih dahulu untuk menyelamatkan dan mengembangkan kembali bisnis kamu.

2. Memilih Target Pasar Baru yang Lebih Efektif

Ketika menjalankan strategi pivot, maka kamu memiliki kesempatan untuk kembali membuka bisnis pada sebuah pasar baru. Karena hal tersebut, sangat penting untuk kamu memilih pasar baru yang lebih efektif dari sebelumnya.

3. Menciptakan Produk yang Lebih Baik

Setelah kamu mempertimbangkan kembali sebelum melakukan strategi ini dan menemukan pasar baru yang lebih efektif, tips berikutnya adalah menciptakan produk yang lebih baik dari sebelumnya. Agar produk kamu mendapatkan tempat yang lebih baik dalam persaingan pasar yang baru.

Gunakan Strategi Pivot Disaat yang Tepat!

Itulah beberapa informasi mengenai strategi pivot. Setelah mempertimbangkan apa itu pivot dalam bisnis yang berarti bahwa bisnis tersebut mengubah arah jalannya. Maka kamu sangat perlu mempertimbangkan kembali strategi ini dengan melihat kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. 

Setelah kamu yakin bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukan strategi ini. Maka kamu dapat mempertimbangkan dan menganalisa jenis pivot seperti apa yang tepat untuk kamu lakukan dengan beberapa tips di atas.

Semoga bermanfaat!


Temukan juga inspirasi tentang manajemen bisnis, kepemimpinan dan lain-lain hanya di entrepreneurcamp.id

Baca juga:

Mimpinya kembangkan bisnis di pasar global
Kenyataannya masih kurang modal


Eits .. Jangan sedih!
KoinBisnis bisa kasih kamu pinjaman modal sampai dengan Rp. 2 Miliar

Simulasikan pinjamanmu sekarang!
Kalkulator Simulasi Pinjaman
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Cek Skor Kredit

Newspaper WordPress Theme

Latest news

Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan

Apa saja pentingnya manajemen sumber daya manusia yang baik bagi sebuah perusahaan? Menjadi seorang pebisnis yang sukses dan handal tidak hanya berfokus pada satu titik...

JNE Trucking adalah: Kelebihan dan Syarat Menggunakan Layanannya

JNE Trucking adalah salah satu layanan express dari jasa ekspedisi JNE untuk memudahkan pengiriman barang yang beratnya minimal 10 kg. Lantas, apa saja kelebihan,...

9 Perbedaan Marketplace dan E-Commerce yang Kamu Perlu Tahu

Faktanya, ada perbedaan loh antara marketplace dan e-commerce yang selama ini kamu sering gunakan. Jika kamu masih menganggap marketplace dan e-commerce sama, sekarang saatnya untuk mengubah pemahaman tersebut. Marketplace dan...

JNE YES adalah: Pengertian, Kelebihan, dan Lama Pengirimannya

JNE YES adalah layanan Yakin Esok Sampai dari JNE. Sebagaimana banyak orang ketahui, nama ekspedisi JNE sebenarnya sudah tidak terlalu asing lagi. Nah, kira-kira...

Contoh CSR Perusahaan: Inspiratif & Menarik untuk Dicoba

Contoh CSR perusahaan yang inspiratif dan menarik sangat banyak. Seperti namanya, Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bentuk kegiatan yang berhubungan sosial atau gerakan lingkungan yang...